Sate Kelinci Ciruas: Legenda Rasa yang Bertahan sejak Era Kolonial
Sate Kelinci Ciruas menjadi ikon kuliner khas yang bertahan sejak era kolonial. Dengan cita rasa istimewa dan tradisi turun-temurun, sate ini terus memikat wisatawan hingga tahun 2025–2026.

Inti Sari
- Sate Kelinci Ciruas telah ada sejak zaman kolonial Belanda.
- Daging kelincinya dipilih dengan ketat untuk memastikan kualitas.
- Bumbu khasnya merupakan rahasia keluarga yang diwariskan turun-temurun.
- Harga per porsi relatif terjangkau, sekitar Rp25.000–Rp35.000.
- Ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara terutama di akhir pekan.
Sejarah yang Melekat pada Setiap Tusuk
Sate Kelinci Ciruas bukan sekadar kuliner biasa. Legenda menyebutkan, sate ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang petani lokal pada masa kolonial Belanda. Daging kelinci dipilih karena melimpahnya populasi kelinci di sekitar Ciruas saat itu. Seiring waktu, olahan ini berkembang menjadi hidangan istimewa yang dinikmati berbagai kalangan. Tahun 2025, tradisi ini masih dipertahankan oleh generasi penerus keluarga pendiri, dengan tetap menjaga cita rasa asli yang khas.
Proses Pembuatan yang Penuh Ketelitian
Keistimewaan Sate Kelinci Ciruas terletak pada proses pembuatannya. Daging kelinci dipilih dari hewan yang sehat dan gemuk, kemudian diolah dengan teknik khusus untuk menghilangkan aroma anyir. Bumbu khasnya terdiri dari campuran rempah-rempah lokal seperti ketumbar, kunyit, dan bawang putih, yang diracik berdasarkan resep turun-temurun. Proses pemanggangan dilakukan di atas arang kayu, memberikan aroma smokey yang khas.
Tren dan Popularitas di Tahun 2025–2026
Di tahun 2025–2026, Sate Kelinci Ciruas semakin populer tidak hanya di kalangan lokal tetapi juga wisatawan mancanegara. Beberapa warung sate bahkan mulai membuka cabang di kota-kota besar untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Tak jarang, pengunjung rela antre panjang untuk mencicipi hidangan ini, terutama di akhir pekan. Selain itu, kehadiran media sosial turut mendongkrak popularitas sate ini, dengan banyaknya foto dan ulasan positif yang dibagikan oleh para pengunjung.
Cuplikan Video
Sering Ditanyakan
Berapa harga Sate Kelinci Ciruas?
Harga per porsi Sate Kelinci Ciruas relatif terjangkau, berkisar antara Rp25.000–Rp35.000 tergantung ukuran porsi.
Di mana bisa mencicipi Sate Kelinci Ciruas?
Anda bisa menemukannya di beberapa warung terkenal di Ciruas, seperti Warung Sate Pak Jaya dan Warung Sate Mbak Lina.
Apakah Sate Kelinci Ciruas halal?
Ya, Sate Kelinci Ciruas diproses dengan bahan-bahan halal dan telah mendapatkan sertifikasi resmi dari pihak berwenang.
Apakah ada acara khusus terkait Sate Kelinci Ciruas?
Setiap tahun, Ciruas mengadakan Festival Kuliner yang menampilkan Sate Kelinci sebagai hidangan utama, biasanya digelar pada pertengahan tahun.