Kilas Balik Kisah Kesultanan Banten: Jejak Peninggalan di Ciruas yang Masih Terasa Hingga Kini
Jelajahi jejak Kesultanan Banten di Ciruas yang masih terasa hingga 2025-2026. Dari peninggalan arkeologis hingga budaya hidup, artikel ini mengungkap bagaimana sejarah membentuk identitas masyarakat Ciruas saat ini.

Ringkasan Cepat (Key Facts)
- Makam Sultan Ageng Tirtayasa di Ciruas menjadi destinasi wisata sejarah yang dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahun.
- Festival Budaya Ciruas tahun 2025 diadakan untuk memperingati warisan Kesultanan Banten.
- Tradisi Nyorog masih dilestarikan sebagai bagian dari budaya masyarakat Ciruas.
- UMKM lokal memproduksi kerajinan tangan yang terinspirasi motif Kesultanan Banten.
- Pemugaran situs sejarah di Ciruas dilakukan secara berkala untuk menjaga keasliannya.
Peninggalan Arkeologis yang Menceritakan Sejarah
Makam Sultan Ageng Tirtayasa, salah satu peninggalan Kesultanan Banten yang paling ikonik di Ciruas, terus menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan peneliti sejarah. Pada tahun 2025, pemerintah setempat merenovasi kompleks makam dengan menambahkan fasilitas informasi digital untuk pengunjung. Tak jauh dari sana, terdapat bekas benteng pertahanan yang kini menjadi lokasi wisata edukatif. Pemugaran situs ini dilakukan secara hati-hati untuk memastikan keaslian struktur bangunan tetap terjaga.
Budaya Hidup yang Terinspirasi Kesultanan Banten
Tradisi Nyorog, yaitu pemberian bingkisan kepada keluarga sebelum Ramadan, masih rutin dilakukan oleh masyarakat Ciruas. Tradisi ini diyakini berasal dari era Kesultanan Banten sebagai bentuk silaturahmi. Selain itu, motif batik dan kerajinan tangan yang terinspirasi dari ornamen Kesultanan Banten semakin populer di kalangan UMKM lokal. Produk-produk ini banyak dijual di pasar tradisional Ciruas dengan harga mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 300.000, tergantung pada kerumitan desain.
Festival Budaya Ciruas: Menghidupkan Kembali Warisan Kesultanan
Festival Budaya Ciruas tahun 2025 menjadi ajang untuk menghidupkan kembali warisan Kesultanan Banten. Acara ini menampilkan berbagai atraksi, mulai dari tari tradisional hingga pameran kerajinan tangan. Festival ini juga menarik perhatian wisatawan domestik dan internasional, dengan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 10.000 orang. Selain itu, seminar tentang sejarah Kesultanan Banten diadakan untuk mendorong penelitian lebih lanjut tentang peran Ciruas dalam sejarah Nusantara.
Orang Juga Bertanya
Apa yang bisa dikunjungi di Makam Sultan Ageng Tirtayasa?
Pengunjung dapat menjelajahi kompleks makam, melihat prasasti sejarah, dan menggunakan fasilitas informasi digital yang tersedia.
Apakah ada biaya masuk ke situs sejarah di Ciruas?
Biaya masuk ke Makam Sultan Ageng Tirtayasa adalah Rp 10.000 per orang pada tahun 2025.
Kapan Festival Budaya Ciruas biasanya diadakan?
Festival Budaya Ciruas biasanya diadakan pada pertengahan tahun, meskipun tanggal pastinya dapat bervariasi.
Di mana bisa membeli kerajinan tangan bertema Kesultanan Banten?
Kerajinan tangan tersebut dapat ditemui di pasar tradisional Ciruas atau melalui UMKM lokal yang berpartisipasi dalam Festival Budaya Ciruas.